Rayap adalah serangga sosial anggota infraordo Isoptera, bagian dari ordo Blattodea (kecoa) yang dikenal luas sebagai hama penting kehidupan manusia. Rayap bersarang di dan memakan kayu perabotan atau kerangka rumah sehingga menimbulkan banyak kerugian secara ekonomi. Rayap masih berkerabat dengan semut, yang juga serangga sosial. Dalam bahasa Inggris, rayap disebut juga “semut putih” (white ant) karena kemiripan perilakunya.
Sebutan rayap sebetulnya mengacu pada hewannya secara umum, padahal terdapat beberapa bentuk berbeda yang dikenal, sebagaimana pada koloni semut atau lebah sosial. Dalam koloni, rayap tidak memiliki sayap. Namun, beberapa rayap dapat mencapai bentuk bersayap yang akan keluar dari sarangnya secara berbondong-bondong pada awal musim penghujan (sehingga seringkali menjadi pertanda perubahan ke musim penghujan) di petang hari dan beterbangan mendekati cahaya. Bentuk ini dikenal sebagai laron atau anai-anai.Semua rayap makan kayu dan bahan berselulosa.Tanpa kenal kompromi serangga ini mampu merusak apa saja seperti tanaman dan bangunan, bahkan perabotan rumah tangga, buku-buku, kabel listrik, serta barang-barang lain.Berdasarkan lokai sarang dan tempat tinggalnya rayap dapat digologngkan dalam beberapa tipe.Rayap pohon, yang menyerang pohon hidup, bersarang di pohon dan tidak berhubungan dengan tanah.Rayap kayu lembap menyerang kayu mati dan lembap, bersarang dalam kayu dan tidak berhubungan dengan tanah.Rayap kayu keringhidup pada kayu yang telah kering. Hewan ini biasanya hidup pada bangunan rumah, perabot seperti meja, kursi, lemari, dan sebagainya.Tanda serangannya adalah terdapatnya butiran-butiran kecil berwarna kecokelatan yang sering berjatuhan di lantai atau kayu yang diserang.Rayap tanah umumnya hidup di dalam tanah yang banyak mengandung kayu mati atau membusuk.

Untuk mencegah rayap, sebaiknya kayu-kayu yang akan dipakai diolesi terlebih dahulu dengan oli bekas. Lakukan ini dua kali agar kayu benar-benar bebas raya. (lebih…)

STIGMA POLITIK YANG DITUJUKAN PADA UMAT ISLAM INDONESIA

Umat Islam Indonesia merupakan umat terbesar dan mayoritas di kepulauan Nusantara Ini. Jumlah yang besar ini bisa menjadi kekuatan dan juga bisa sebaliknya menjadi kelemahan bagi negara Indonesia.
Banyak pihak yang ingin menguasai Indonesia mengingat sumber daya alam dan juga wilayah nusantara ini yang begitu besarnya, baik itu secara politik, ekonomi bahkan tidak menutup kemungkinan upaya merebut wilayah.
Salah satu cara menguasai Indonesia ini adalah melalui umat Islam, karena disanalah benteng pertahanan negara berada. Patriot patriot Islam inilah yang sejak dulu gigih mepertahankan negara Kesatuan Republik Indonesia yang jadi duri tertajam bagi Pihak yang ingin menguasai Bangsa ini.. Mulai dari zaman kolonial sampai zaman kemerdekan dan bahkan sampai saat ini, persatuan umatlah yang gigih mepertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nahdratul Ulama, Muhammadiyah, Serikat Islam, Hisbullah dan masih banyak lagi organisasi Islam lainnya yang menjadi benteng pertahanan Negara ini.

Umat Islam beserta umat agama lainnya Hindu, Budha, Kristen menjadi benteng terkuat bangsa ini. Mereka selama puluhan tahun bahu membahu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun sangat disayangkan perkembangan politik saat ini, dimana umat Islam selalu dipojokkan, diadu domba (divide et impera) antar kalangan sendiri oleh Pihak Ketiga yang secara samar-samar tampil “dibelakang layar” karena Pihak ketiga ini yang dengan cerdasnya, trstruktur dan sitematis berusaha menghancurkan Islam. Untuk menyerang secara langsung sangatlah tidak mungkin karena kekuatan jumlah yang mayoritas, maka cara-cara  kotor yang pernah digunakan kolonial dalam menguasai nusantara kembali mereka lakukan, yaitu melalui politik pecah belah Devide et empira. Mereka sengaja mengadukan kekuatan-kekuatan yang ada dalam Islam dengan perpecahan.
Berbagai stigma dilekatkan bagi umat Islam, dengan sebutan : Barisan sakit hati, Kaum Onta, Barisan Sumbu pendek, Anti Bhineka, INtoleran, Anti NKRI bahkan fitnah yang paling keji adalah umat ISlam dianggap sebagai Kaum Radikal.
Seandainya kita sebagai umat ISlam Indonesia mau berfikir sejenak, maka kita akan sangat dengan jelas pihak mana yang berusaha keras untuk mengadu domba bangsa ini. Merekalah golongan-golongan asing dan aseng yang dengan sekuat tenaga mereka bermain “dibelakang layar” untuk mengambil alih sumber daya vital yang menguasai hajat hidup orang banyak agar secepatnya mereka kuasai tanpa kita sadari. Mereka gunakan Media sebagai alat perangnya, Media televisi, Radio, Koran2, majalah dan penyerangan yang paling berbahaya adalah melalui dunia Maya yaitu Medsos (Media Sosial)
Kenalilah ciri-cirinya : mereka sangat pintar sekali dalam menampilkan stigma stigma ini : Anti Bhineka, INtoleran, Anti NKRI, Kaum Radikal yang disematkan pada Umat Islam. padahal pada dasarnya mereka memutar balikkan Fakta. Kebenaran menjadi nampak Salah dan Kesalahan akan nampak seperti Benar.

Berlindunglah pada Allah SWT dari segala bentuk fitnahan ini dan berusahalah dengan kemampuan kita untuk menegakkan kebenaran.

@Bandung08052017ds

Ada satu kisah yang begitu menggugah. Suatu ketika, Rosululloh Saw. bersama para sahabat baru saja pulang dari perang Tabuk. Ketika rombongan orang-orang beriman ini sudah mendekati kota Madinah, Rosululloh Saw. berjumpa dengan seorang buruh atau tukang batu. Kulitnya nampak merah kehitam-hitaman karena sengatan sinar matahari, kulit tangannya lecet-lecet dan ada beberapa bagian yang melepuh.

Rosululloh Saw. bertanya, “Mengapa tanganmu kasar sekali?” Laki-laki itu menjawab, “Ya Rosululloh, pekerjaan saya adalah membelah batu setiap hari, belahan batu itu saya jual ke pasar, dan hasilnya untuk menafkahi keluarga saya. Karena itulah tangan saya kasar.”

Rosululloh Saw., sang manusia mulia ini kemudian menggenggam tangannya dan menciumnya. Kemudian, beliau bersabda, “Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya.”

Demikian tingginya nilai bekerja demi menghidupi keluarga. Bahkan seorang tukang batu yang dalam pandangan manusia seringkali dilihat sebagai pekerjaan yang remeh, kurang terhormat, namun ternyata bernilai tinggi hingga membuat sang tukang termasuk pada ahli surga.

(lebih…)

Wahai Saudara, Al Qur’an adalah Kitab suci yang dipersiapkan sampai hari kiamat nanti,. Karena itu untuk memahami satu ayat bahkan satu huruf saja dari Al Qur’an diperlukan dasar ilmu, yg cukup, tak bisa kita menafsirkan lalu mengajarkan opini kita tanpa didasari ilmu, tanpa panduan Al Hadits dan bimbingan Guru. Tafsiran Qur’an bukanlah Opini pribadi maka diperlukan Guru sebagai pembimbing.
Yang saya heran, dari fenomena yg terjadi saat ini ….

Tersebutlah seorang keturunan Chinese Seorang bernama aTok Bletok yang tidak meyakini isi Al Qur’an bahkan tidak mempercayai Allohu Ahad dan Muhammad Rasul Alloh, dengan entengnya berani menafsirkan ayat dari Qur’an yg notabene tidak dia yakini, belajar agama darimana dia shingga berani mengartikan Al Qur’an sekehendak dia…Surat Al MAidah 51 dia TAFSIRKAN berdasarkan opini dan ambisinya hanya untuk merebut kembali suatu jabatan. Tipikal makhluk-makhluk penghasut dan pembuat onar seperti inilah kalo tidak dihentikan maka akan bermunculan para penista2 Qur’an lainnya yg mengartikan Qur’an sekehendak hatinya tanpa dasar ilmu….Laknat Alloh semoga menimpa bagi para penista Al Qur’anul Karim.

Salah satu hewan yang diistimewakan dalam Islam adalah Semut, Semut dipilih untuk diabadikan di dalam Al-Quran dijadikan salah satu nama Surat (An Naml), dalam salah satu hadits Nabi melarang kita untuk membunuh Semut. Lalu apa keistimewahan semut hingga manusia dihimbau untuk mempelajari kehidupannya.

fd2afdfe-3e4b-4650-b5cc-b69268f1cc3f-620x411 soldier-ant_1741438i soldier-turtle-ant_1592346i
e282ec504321b90a7be17aa96c8c03516aa26c6b-mm-4e28cf8b91d7f7.84688647 bug_main_1441916amacro_pavement_ant_face-resized-600.jpg prev11

Majalah Reader Digest yang terbit pada akhir dasawarsa 1970-an pernah menguraikan panjang lebar keistimewaan semut dibandingkan dengan hewan-hewan lainnya.

Pertama,Semut merupakan hewan terkuat, semut mampu mengangkat beban 50 kali dari beban tubuhnya

252F40D400000578-0-image-m-19_1422640854606 252F416B00000578-0-image-a-20_1422640858082 252F418500000578-0-image-m-14_1422640831779
Ant-Weight-Lifting-Ability AT-120507-amazing-ants-01.photoblog600 The-Amazing-Strength-of-an-Ant...

(lebih…)

Teknik ini merupakan jurus terakhir yang biasa saya lakukan jika VGA Card PC mati atau gambar yang muncul rusak (artifak). Sebelum dibuang mungkin tidak ada salahnya jika anda coba tips-tips berikut, walaupuntidak 100% manjur namun tiada salahnya untuk dicoba, karena sebagian besar VGA yang telah perbaiki dengan teknik ini sebagian besar jalan kembali :

  1. siapkan VGA yang akan diperbaiki, kemudian lepaskan Kipas dan alumunium pendinginnya
  2. siapakan satu gayung air sumur yang telah diisi sabun pencuci (Rinso, DAIA, Sunlight dll)
  3. Rendam VGA tadi sambil dibersihkan menggunakan sikat gigi sampai bersih (lakukan secara hati-hati ya)
  4. setelah kira-kira 5 sampai 10 menitan, VGA yang kita cuci tadi dibilas kembali dengan air bersih tanpa sabun
  5. keringkan/dijemur dibawah sinar matahari sampai kering bersih  (gunakan seng atau tutup kaleng khong Guan sebagai alas penjemuran)
  6. setelah kering, VGA kita tempelkan kembali, dan……eng ing enggggg…VGA CArd kembali berfungsi
  7. Selamat mencoba

cuci

“Sebagian orang hidup dengan umur yang pendek, namun ia pergi meninggalkan dunia ini dengan amalan-amalan besar yang tak bisa dicapai oleh mereka yang berumur panjang.
Sebagian lagi hidup dengan umur yang panjang, namun hampir-hampir saja tak ada amalan yang berarti dalam hidupnya. Seluruh usianya habis dalam kemaksiatan. Berpindah dari satu maksiat ke maksiat yang lain. Sungguh tak ada yang lebih berharga dari keberkahan umur. Bila engkau meminta, mintalah keberkahan umur. Jangan hanya meminta agar dipanjangkan umur saja.”

(Faidah dari Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity -hafidzahullah-)