Ada satu kebiasaan dari masyarakat kita, yang menurut saya pribadi sangatlah lucu bila dititu. Kebiasaan untuk merayakan ulang tahun kelahiran, sah-sah saja sih sebenarnya karena itu hak mereka. Yang jadi bahan renungan bagi saya adalah kebiasaan dalam mengucapkan selamat. Bila ada yang Ulang Tahun, pasti teman-temannya atau bahkan orang tuanya mengucapan “Selamat Ulang Tahun, Semoga Panjang Umur”…….Nah yang membuat saya tergelitik untuk mengomentari adalah pada penekanan kata “Semoga Panjang Umur”.

Memangnya kita mau memiliki umur yang sangat panjang, misalkan sampai 150 tahun atau bahkan sampai 200 tahun ????

kalau saya pribadi pasti Ga mau dan ga sudi, walaupun umur dalam genggaman Alloh SWT. tapi minimal kita tidak usah ikut-ikutan mendo’akan anak kita atau temen kita supaya panjang umur. Kenapa coba ? sok atuh bayangkeun….Seseorang yang sudah mencapai dan diberi kesempatan berumur melebih 80 tahun saja, coba kita perhatikan bagaimana kondisinya…biasanya fisiknya sudah tidak segagah dulu, panca inderanya tidak setajam dulu, tubuhnya yang dulu gagah kini hanya dibalut kulit kering keriput, sorot matanya yang dulu tajam kini tidak setajam dulu, bahkan ada sebagian yang tidak bisa melihat sama sekali, bicaranya mulai tidak jelas, jalannya tidak selincah dulu bahkan ada yg mengalami kelumpuhan dan hanya bisa berbaring, tubuhnya yang dulu sehat kini hanya ditemani berbagai macam komplikasi penyakit….ya..kalau dia memiliki sanak saudara, anak-anak yg mau mengurusnya, kalau tidak ??? dia hanya akan menjadi beban…dimana batinnya akan merasakan kesendirian. Orang dicintainya..istri…atau suami…atau teman-teman seumuran mulai menghilang satu persatu meninggalkan dunia..dia kini hidup dalam kesendirian. Lalu apakah kita mau berumur panjang seperti itu ??? Nauzubillah, kalau saya pribadi berharap tidak mengalami kehidupan seperti itu.

Berharapkan pada Alloh SWT, Umur yang Barokah bukan umur yang panjang dalam hitungan jumlah tahun….”Selamat Ulang Tahun, Semoga Diberkahi umur kita”

@dudi’S

(lebih…)

Iklan

Mari kita sedikit merenung, belajar dari aktifitas anak-anak sekolah.
Kadangkala kita merasa kecewa jika do’a-do’a kita tidak kunjung jua dikabulkan, ketika himpitan hidup serasa kian menekan kian berat dan kiat membuat kita semakin “berputus harapan”.
Kadang kita bertanya-tanya, dimanakah Allah saat kita membutuhkan pertolongan segera, dimanakah
kasih sayangnya saat kita merasakan belaian ke Maha Pengasihannya.  Apakah Allah akan membiarkan diri kita kian terpuruk.

Wahai kawan, janganlah terburu-buru menyalahkan takdir,

Janganlah kita terburu-buru menyalahkan Allah
Janganlah kita merasa sedih seolah Allah menjauh dari kita….
Marilah belajar dari aktifitas anak sekolah….
Lihatlah, Saat Anak-anak mengerjakan soal-soal Ujian kenaikan kelas
Para Guru seolah Diam tapi hakikatnya sebenarnya mereka sedang mengawasi anak didiknya
Guru telah memberikan Materi bekalan dari semua pertanyaan soal ujian sebelumnya, Hanya mereka yg mau belajarlah yang mampu mengerjakan soal-soal itu dengan begitu mudah…

Setiap pertanyaan pasti ada jawabannya

Begitu juga dengan kehidupan kita kawan…
Jangan terburu-buru menyalahkan Allah hanya karena kita merasa Allah berdiam saja ketika kita dilanda kesulitan…
Ingatlah kawan Bukankah Guru berdiam ketika para muridnya sedang Ujian
Allah Maha Mengawasi dan Allah juga yang akan menilai ikhtiar dan usaha kita. (dudi’s)

(lebih…)

Hati, dengan berat rata-rata mencapai 1,4 kilogram, merupakan salah satu organ terbesar di tubuh Anda. Tugasnya tergolong berat dan cukup banyak. Agar tetap dapat bekerja dengan sempurna, Anda perlu selalu menjaga kesehatan hati.Bersama dengan vitamin K, organ yang satu ini bertanggungjawab untuk membekukan perdarahan. Selain itu hati juga berfungsi untuk mendaur ulang sel darah merah yang sudah tua dan rusak.(@,31 Mei 2017, 10:16 WIB)

MAKANAN  PENAWAR  HATI

   
   
 

(lebih…)

Setiap muslim yang beriman pasti akan merasakan atmosfir yang berbeda ketika mulai mendekati bulan Ramadhan, nuansa yang penuh kebahagiaan, kesenangan bahkan membangkitkan kenangan-kenangan masa kecil ketika menyambut dan melaksanakan puasa Ramadhan, kemeriahan ketika tarawih, kenangan ketika “ngabuburit” menunggu azan maghrib sambil melakukan berbagai ragam permainan dan kegiatan. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut bulan ini, baik itu persiapan fisik maupun persiapan mental spritual. karena Puasa Ramadhan ini merupakan sarana untuk menyeimbangkan Fisik dan mental, menyeimbangkan tubuh agar kembali lebih sehat dan menyelaraskan mental kita dengan asupan ilmu-ilmu agama yang bermanfaat dalam aktifitas kehidupan. Puasa Ramadhan ini merupakan sarana bagi kita untuk lebih meningkatkan ketakwaan dan keimanan pada sang pencipta.

Dan sekarang saya mau sedikit membahas tentang pentingnya shaum atau puasa di bulan Ramadhan dan hubungannya dengan proses pembuangan racun dalam tubuh (Detoksifikasi), dengan mengambil dari berbagai macam narasumber sebagai referensi acuan.

Detoksifikasi (detoxification, detox) itu sendiri merupakan  lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh, dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin.(@wikipedia) atau secara sederhana bisa diartikan sebagai proses pembuangan racun atau toksin atau mengurangi kadar racun dari dalam tubuh. (@prosesdetok.com)

Jika anda sering mengalami keluhan seperti sering sakit kepala, cepat lelah, sariawan atau Kulit bermasalah.   berhati-hatilah. karena kondisi itu menandakan adanya tumpukan toksin di dalam tubuh Anda. (@ Andang Widhawari Gunawan, konsultan gizi dan penggagas Food Combining/kompaslifestyle)

Toksin atau racun, tentu harus dikeluarkan dari tubuh. Jika jumlahnya sudah berlebih, ia akan menumpuk dan menyebabkan toksemia (kondisi keracunan dalam darah). Jangan anggap enteng toksemia sebab ia berkaitan dengan hampir semua penyakit degeneratif.

Lalu yang jadi pertanyaan adalah kenapa racun kok bisa bersarang di tubuh kita, dari mana asalnya ?

    1. Racun bisa berasal dari dalam (Faktor endogenus)  misalnya Tingkat stress yang menyebabkan produksi hormon berlebihan, sisa metabolisme, radikal bebas, gangguan fungsi hormon, dan bakteri penyakit yang sudah ada di dalam tubuh. Bahkan makanan yang kita konsumsi untuk mencukupi kebutuhan gizi ternyata mengandung racun terselubung yang tidak kita sadari.
    2. Racun bisa berasal dari luar (Faktor eksogenus), faktor eksogenus diantaranya polutan, obat-obatan, hormon pada ternak, produk susu, makanan yang diproses, lemak trans, dan mikroba.

Bahkan gaya hidup yang sudah menjadi kebiasaan tanpa kita sadari berperan dalam penumpukan racun dalam tubuh, seperti kebiasaan merokok, kebiasaan memakan makanan fastfood, makan gorengan dan berlemak dll.

(lebih…)

Rayap adalah serangga sosial anggota infraordo Isoptera, bagian dari ordo Blattodea (kecoa) yang dikenal luas sebagai hama penting kehidupan manusia. Rayap bersarang di dan memakan kayu perabotan atau kerangka rumah sehingga menimbulkan banyak kerugian secara ekonomi. Rayap masih berkerabat dengan semut, yang juga serangga sosial. Dalam bahasa Inggris, rayap disebut juga “semut putih” (white ant) karena kemiripan perilakunya.
Sebutan rayap sebetulnya mengacu pada hewannya secara umum, padahal terdapat beberapa bentuk berbeda yang dikenal, sebagaimana pada koloni semut atau lebah sosial. Dalam koloni, rayap tidak memiliki sayap. Namun, beberapa rayap dapat mencapai bentuk bersayap yang akan keluar dari sarangnya secara berbondong-bondong pada awal musim penghujan (sehingga seringkali menjadi pertanda perubahan ke musim penghujan) di petang hari dan beterbangan mendekati cahaya. Bentuk ini dikenal sebagai laron atau anai-anai.Semua rayap makan kayu dan bahan berselulosa.Tanpa kenal kompromi serangga ini mampu merusak apa saja seperti tanaman dan bangunan, bahkan perabotan rumah tangga, buku-buku, kabel listrik, serta barang-barang lain.Berdasarkan lokai sarang dan tempat tinggalnya rayap dapat digologngkan dalam beberapa tipe.Rayap pohon, yang menyerang pohon hidup, bersarang di pohon dan tidak berhubungan dengan tanah.Rayap kayu lembap menyerang kayu mati dan lembap, bersarang dalam kayu dan tidak berhubungan dengan tanah.Rayap kayu keringhidup pada kayu yang telah kering. Hewan ini biasanya hidup pada bangunan rumah, perabot seperti meja, kursi, lemari, dan sebagainya.Tanda serangannya adalah terdapatnya butiran-butiran kecil berwarna kecokelatan yang sering berjatuhan di lantai atau kayu yang diserang.Rayap tanah umumnya hidup di dalam tanah yang banyak mengandung kayu mati atau membusuk.

Untuk mencegah rayap, sebaiknya kayu-kayu yang akan dipakai diolesi terlebih dahulu dengan oli bekas. Lakukan ini dua kali agar kayu benar-benar bebas raya. (lebih…)

STIGMA POLITIK YANG DITUJUKAN PADA UMAT ISLAM INDONESIA

Umat Islam Indonesia merupakan umat terbesar dan mayoritas di kepulauan Nusantara Ini. Jumlah yang besar ini bisa menjadi kekuatan dan juga bisa sebaliknya menjadi kelemahan bagi negara Indonesia.
Banyak pihak yang ingin menguasai Indonesia mengingat sumber daya alam dan juga wilayah nusantara ini yang begitu besarnya, baik itu secara politik, ekonomi bahkan tidak menutup kemungkinan upaya merebut wilayah.
Salah satu cara menguasai Indonesia ini adalah melalui umat Islam, karena disanalah benteng pertahanan negara berada. Patriot patriot Islam inilah yang sejak dulu gigih mepertahankan negara Kesatuan Republik Indonesia yang jadi duri tertajam bagi Pihak yang ingin menguasai Bangsa ini.. Mulai dari zaman kolonial sampai zaman kemerdekan dan bahkan sampai saat ini, persatuan umatlah yang gigih mepertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nahdratul Ulama, Muhammadiyah, Serikat Islam, Hisbullah dan masih banyak lagi organisasi Islam lainnya yang menjadi benteng pertahanan Negara ini.

Umat Islam beserta umat agama lainnya Hindu, Budha, Kristen menjadi benteng terkuat bangsa ini. Mereka selama puluhan tahun bahu membahu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun sangat disayangkan perkembangan politik saat ini, dimana umat Islam selalu dipojokkan, diadu domba (divide et impera) antar kalangan sendiri oleh Pihak Ketiga yang secara samar-samar tampil “dibelakang layar” karena Pihak ketiga ini yang dengan cerdasnya, trstruktur dan sitematis berusaha menghancurkan Islam. Untuk menyerang secara langsung sangatlah tidak mungkin karena kekuatan jumlah yang mayoritas, maka cara-cara  kotor yang pernah digunakan kolonial dalam menguasai nusantara kembali mereka lakukan, yaitu melalui politik pecah belah Devide et empira. Mereka sengaja mengadukan kekuatan-kekuatan yang ada dalam Islam dengan perpecahan.
Berbagai stigma dilekatkan bagi umat Islam, dengan sebutan : Barisan sakit hati, Kaum Onta, Barisan Sumbu pendek, Anti Bhineka, INtoleran, Anti NKRI bahkan fitnah yang paling keji adalah umat ISlam dianggap sebagai Kaum Radikal.
Seandainya kita sebagai umat ISlam Indonesia mau berfikir sejenak, maka kita akan sangat dengan jelas pihak mana yang berusaha keras untuk mengadu domba bangsa ini. Merekalah golongan-golongan asing dan aseng yang dengan sekuat tenaga mereka bermain “dibelakang layar” untuk mengambil alih sumber daya vital yang menguasai hajat hidup orang banyak agar secepatnya mereka kuasai tanpa kita sadari. Mereka gunakan Media sebagai alat perangnya, Media televisi, Radio, Koran2, majalah dan penyerangan yang paling berbahaya adalah melalui dunia Maya yaitu Medsos (Media Sosial)
Kenalilah ciri-cirinya : mereka sangat pintar sekali dalam menampilkan stigma stigma ini : Anti Bhineka, INtoleran, Anti NKRI, Kaum Radikal yang disematkan pada Umat Islam. padahal pada dasarnya mereka memutar balikkan Fakta. Kebenaran menjadi nampak Salah dan Kesalahan akan nampak seperti Benar.

Berlindunglah pada Allah SWT dari segala bentuk fitnahan ini dan berusahalah dengan kemampuan kita untuk menegakkan kebenaran.

@Bandung08052017ds

Ada satu kisah yang begitu menggugah. Suatu ketika, Rosululloh Saw. bersama para sahabat baru saja pulang dari perang Tabuk. Ketika rombongan orang-orang beriman ini sudah mendekati kota Madinah, Rosululloh Saw. berjumpa dengan seorang buruh atau tukang batu. Kulitnya nampak merah kehitam-hitaman karena sengatan sinar matahari, kulit tangannya lecet-lecet dan ada beberapa bagian yang melepuh.

Rosululloh Saw. bertanya, “Mengapa tanganmu kasar sekali?” Laki-laki itu menjawab, “Ya Rosululloh, pekerjaan saya adalah membelah batu setiap hari, belahan batu itu saya jual ke pasar, dan hasilnya untuk menafkahi keluarga saya. Karena itulah tangan saya kasar.”

Rosululloh Saw., sang manusia mulia ini kemudian menggenggam tangannya dan menciumnya. Kemudian, beliau bersabda, “Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya.”

Demikian tingginya nilai bekerja demi menghidupi keluarga. Bahkan seorang tukang batu yang dalam pandangan manusia seringkali dilihat sebagai pekerjaan yang remeh, kurang terhormat, namun ternyata bernilai tinggi hingga membuat sang tukang termasuk pada ahli surga.

(lebih…)