Ruang Hati


Ada satu kisah yang begitu menggugah. Suatu ketika, Rosululloh Saw. bersama para sahabat baru saja pulang dari perang Tabuk. Ketika rombongan orang-orang beriman ini sudah mendekati kota Madinah, Rosululloh Saw. berjumpa dengan seorang buruh atau tukang batu. Kulitnya nampak merah kehitam-hitaman karena sengatan sinar matahari, kulit tangannya lecet-lecet dan ada beberapa bagian yang melepuh.

Rosululloh Saw. bertanya, “Mengapa tanganmu kasar sekali?” Laki-laki itu menjawab, “Ya Rosululloh, pekerjaan saya adalah membelah batu setiap hari, belahan batu itu saya jual ke pasar, dan hasilnya untuk menafkahi keluarga saya. Karena itulah tangan saya kasar.”

Rosululloh Saw., sang manusia mulia ini kemudian menggenggam tangannya dan menciumnya. Kemudian, beliau bersabda, “Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya.”

Demikian tingginya nilai bekerja demi menghidupi keluarga. Bahkan seorang tukang batu yang dalam pandangan manusia seringkali dilihat sebagai pekerjaan yang remeh, kurang terhormat, namun ternyata bernilai tinggi hingga membuat sang tukang termasuk pada ahli surga.

(lebih…)

“Sebagian orang hidup dengan umur yang pendek, namun ia pergi meninggalkan dunia ini dengan amalan-amalan besar yang tak bisa dicapai oleh mereka yang berumur panjang.
Sebagian lagi hidup dengan umur yang panjang, namun hampir-hampir saja tak ada amalan yang berarti dalam hidupnya. Seluruh usianya habis dalam kemaksiatan. Berpindah dari satu maksiat ke maksiat yang lain. Sungguh tak ada yang lebih berharga dari keberkahan umur. Bila engkau meminta, mintalah keberkahan umur. Jangan hanya meminta agar dipanjangkan umur saja.”

(Faidah dari Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity -hafidzahullah-)

BACAAN TAKBIR HARI RAYA IDUL FITRI DAN IDUL ADHA

 اللهُ اكبَرُ- اللهُ اَكْبَرُ- اللهُ اكبَرُ لااِلهَ الااللهُ وَاللهُ اكبَرُاَللهُ اكبَرُ وَللهِ الحَمْد

Malam Lebaran adalah waktunya Takbiran.
Dan inilah  teks bacaan atau lafadz  takbir malam lebaran; Idul fitri-Idul adha. Lengkap dengan teks arab-latinarti. Tersedia juga teks takbir versi panjang (sempurna).

Untuk  teks Takbir tulisan arab, bisa download disini.
Untuk mendengarkan gema Takbir versi audio (mp3) bisa download disini [6,2 mb], dengan musik yang rancak, unik dan easy listening..

a. Takbir umumnya:

الله اكبر- الله اكبر- الله اكبر لااله الاالله والله اكبرالله اكبر ولله الحمد


Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar…..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.
Artinya :
Allah maha besar (3X)
Tiada Tuhan selain Allah
Allah maha besar
Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

b. Baca’an yang sempurna:

َاللهُ اكبَر كَبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْد

(lebih…)

@Hasan Basri Tanjung     

Suatu ketika, Khalifah Harun Al-Rasyid duduk gelisah. Untuk meringankan beban pikirannya, ia mengundang ulama terkemuka pada masanya, Abu As-Sammak. “Nasihatilah aku!” pinta Khalifah.

Pada saat yang sama, pelayan membawa segelas air untuk Khalifah. Sebelum minum, Abu As-Sammak berkata, “Tunggu sebentar. Seandainya dalam keadaan sangat haus, sedangkan segelas air ini tidak kau peroleh, berapakah harga yang kau siap bayar? Jawablah dengan jujur!”

“Setengah dari kekayaanku,” jawab Khalifah.

Sang ulama pun mempersilakan khalifah minum. Selesai minum, Abu As-Sammak bertanya lagi, “Seandainya air tadi mendesak untuk dikeluarkan, tapi kau tak mampu mengeluarkannya, berapakah yang akan engkau bayarkan agar ia keluar?”

Khalifah menjawab, “Setengah dari kekayaanku.”

“Kalau demikian, sadarilah bahwa seluruh kekayaan dan kekuasaan yang ada di sisimu, nilainya hanya segelas air. Tidak wajar diperebutkan dan dipertahankan tanpa hak. Ketahuilah, betapa banyak nikmat Allah selain segelas air itu yang telah engkau nikmati sehingga tidak wajar jika engkau tidak mensyukurinya,” nasihat Abu As-Sammak kepada Harun Al-Rasyid. (lebih…)

@ KH. Abdullah Gymnastiar

Dari 12 bulan, Alloh ciptakan Ramadhan bulan yg amat spesial, 
hari demi hari, jam demi jam bahkan detik demi detiknya amat spesial, 
penuh berkah, melimpah rahmat dan maghfirah-NYA
Mari kita periksa hati, lisan, pikiran, sikap serta 
amal-amal kita Apakah ada perubahan ? 
Kita lebih bersungguh-sungguh untuk mengisinya dengan spesial 
beda dengan bulan-bulan yang lain ? Atau sama saja ?

(lebih…)

Hikmah & Kajian Mualaf.com – Tausiyah Aa Gym
listen to thisAllah SWT menciptakan dua telinga dan satu mulut. Artinya, kita harus lebih banyak mendengar daripada banyak bicara. Mendengar harus dua kali lebih banyak, agar ucapan kita jadi lebih bermakna. Semoga Allah Yang Maha Mendengar menggolongkan kita sebagai orang-orang yang merasa didengar oleh-Nya.
Saudaraku, merasa didengar oleh Allah adalah keutamaan yang akan menghalangi kita dari maksiat lisan. Kata-kata kita sering menjadi dosa karena kita tidak merasa didengar oleh Allah.

As-Sami’ adalah salah satu asma Allah yang berarti mendengar. As-Sami’ terambil dari kata sami’a yang artinya mendengar. Menangkap suara atau bunyi-bunyi dapat diartikan pula mengindahkan atau mengabulkan. Jadi, Allah Maha Mendengar segala suara walaupun semut hitam yang merangkak di batu hitam di tengah belantara yang kelam. Logikanya jelas, bagaimana Allah tidak mendengar sedangkan Ia adalah pencipta semut, yang dengan izin-Nya ia merangkak di kegelapan malam.

Allah pasti mendengar apapun yang disuarakan oleh makhluk-makhluk-Nya, dalam bisikan yang paling halus sekalipun, dan dalam hiruk pikuk kegaduhan. Allah pun Maha Mendengar orang yang hatinya selalu berzikir, walau di tempat tersembunyi atau di pangkalan pesawat terbang yang sangat bising. Hikmah apa yang bisa kita dapatkan dari sifat As-Sami’ ini? Hikmahnya, kita harus berhati-hati dalam menjaga lisan. Jangan bicara kecuali benar dan bermanfaat, karena setiap patah kata akan didengar oleh Allah dan harus kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak. Karena itu, kita harus selalu berpikir dan menimbang sebelum bicara. Bertanyalah selalu, pantaskah saya bicara seperti ini? Benarkah perkataan ini kalau saya ucapkan? Karena ada perkataan yang benar tapi tidak tepat situasi dan kondisinya. Islam mengistilahkan kebenaran dalam perkataan sebagai qaulan sadiida. Apa syaratnya? (lebih…)

 i love IslamAstagfirullah hal Adzim… saya hitung satu..dua…tiga…atau mungkin belasan bahkan puluhan ataupun ribuan situs yang menampilkan artikel-artikel, gambar-gambar yang menghujat, menghina agama. Marah memang..kesal apalagi..namun pada siapa mesti dilampiaskan, karena semua situs yang menampilkan hujatan, selalu bersifat “trtutup” bahkan menyembunyikan identitasnya. Disinilah kita  bisa menilai betapa pengecutnya mereka, tujuannya jelas untuk memprovokasi dan membenarkan ajaran-ajaran mereka dengan cara menghina agama lain.

Apakah kita perlu membalasnya dengan hujatan-hujatan pula, saya kira tidak pantas kita membalasnya dengan hujatan, karena Allah sendiri melarang kita untuk menghujat agama atapun keyakinan seseorang, Apabila kita terpancing dengan menghujat keyakinan, simbol atapun icon agama lain maka mereka tentu saja akan menghujat Tuhan kita, Rasul kita dengan hujatan yang lebih parah tanpa didasari ilmu, karena memang mereka tidak memiliki ilmu. Suatu kejelekan janganlan dibalas dengan kejelelekan. (lebih…)

Laman Berikutnya »