Kali saya tertarik dan akan sedikit membahas tentang tanaman liar yang mengandung khasiat dan nilai gizi tinggi dan memiliki rasa lezat, yaitu bayam. Namun bayam yang saya maksud disini adalah tanaman bayam liar yang seringkali tumbuh secara liar di pekarangan rumah, pinggir jalan, kebun-kebun, dll yang kadangkala kita mengannggapnya sebagai gulma yang menganggu. Ketertarikan saya ini dimulai ketika istri saya biasa menyediakan gorengan keripik yang menurut saya sangat gurih, lezat, yaitu keripik bayam. Karena dari bentuknya yang besar melebar daun bayam liar ini bisa dibuat keripik cemilan, yang tentu saja murah dan mudah didapat.

Nah setelah saya surfing di Internet, ternyata ada bermacam-macam jenis bayam, yaitu bayam petik/kakap (Amaranthus Hybridus), bayam pasir (Amaranthus Viridis L/Alternanthera sessilis), Bayam duri (Amaranthus Spinosus), Bayam cabut (Amarantus tricolor), Bayam Itik (Amaranthus Blitum).

Dari berbagai macam jenis bayam itu yang sering tumbuh liar adalah jenis Bayam kakap dan bayam duri, sedangkan yang tumbuh liar di pekarangan rumahku adalah jenis Amaranthus Hybridus atau bayam kakap yang biasa dibuat keripik. Tanaman bayam ini sangat mudah diperbanyak dan dibudidayakan melalui biji kering dari bunga yang sudah tua. Caranya hanya dengan menebar biji-biji tersebut diatas tanam gembur yang telah dipersiapkan sebelumnya, bisa juga diatas polybag atau kantong keresek hitam yang berisi tanah atau pupuk kandang atau bahkan sampah berdebu sekalipun tanaman ini gampang sekali tumbuh. Sedangkan Bayam duri hanya khusus berkhasiat untuk pengobatan herbal, seperti susah kencing, bronhitis, demam, eksism/bisul, tambah darah, lancar asi.

Walaupun bukan termasuk tanaman hias, tapi tiada salahnya jika kita menanamnya dipojok pekarangan hanya dengan media kantong keresek berisi tanah mengingat manfaatnya yang luar biasa ini, apalagi disaat bulan tua dan saat kantong kita menipis tanaman ini bisa kita olah sedemikian rupa menjadi masakan yang menakjubkan.

kripikbayam_

Sedikit akan saya kupas dalam tulisan dibawah ini tentang jenis bayam diatas:

1.  Bayam Petik/ Bayam Kakap (A. hybridus)

xxxxxxx
Bayam petik banyak tumbuh secara liar di halaman, terutama di pedesaan. Tanamannya tegak dan bisa besar hingga setinggi dua meter, oleh karena itu tanaman ini hanya dipetik daunnya saja, dan terus dibiarkan tumbuh. Daunnya pun jauh lebih tebal dan besar dari bayam yang banyak ditemui di pasar. Oleh karena itu, biasanya hanya daun mudanya saja yang dipetik dan digunakan untuk lalapan, tumis bayam dan juga untuk bahan keripik bayam.

2. Bayam Pasir

bayamliar2
NAMA HERBA: Bayam Pasir,

NAMA SAINTIFIK : Amaranthus Viridis L./Alternanthera sessilis

BOTANI :
Tumbuh tegak dan batang tegap. Daun lebar berbentuk bujur, urat-urat daun kasar dan jelas kelihatan di permukaan bawah. Menyerupai bayam biasa tetapi daunnya lebih kasar dan batang lebih gemuk. Biasanya tumbuh liar tetapi boleh ditanam dengan biji.

KEGUNAAN:
Seluruh bahagian pokok boleh direbus dan diminum. Dapat membunuh cacing dalam perut dan usus, meredakan bengkak, melawaskan buang air kecil, merangsangkan penghasilan susu ibu, merawat masalah hati dan menghentikan cirit-birit. Bunga dan akar boleh dibancuh seperti teh lalu diminum sebagai tonik perut dan berfungsi untuk menghentikan cirit-birit (najis bercampur darah).

3. Bayam Itik (A. blitum)

xxxxxxx
Jenis bayam ini memiliki daun yang lebih kecil dan lebih halus sehingga disebut juga dengan bayam kotok, karena memang cocok sekali untuk dimasak sebagai ‘kotokan’ (masakan sayur dengan santan di Jawa). Ciri khasnya adalah lebar daun yang terlihat lebih kecil dari bayam cabut, dan pada tanamannya pun daun-daun ini tidak bisa sangat besar sehingga nampak berbeda dengan tanaman bayam lainnya
4. Bayam Cabut (A. tricolor)
xxxxxxx

Disebut bayam cabut karena memang tanaman ini dipanen dengan cara dicabut seakar-akarnya, dan dijual dalam bentuk demikian pula. Batangnya yang lunak juga bisa dimasak karena tanaman ini jauh lebih kecil dari bayam petik, dan masa tanamnya paling lama hanya 25 hari. Ada yang berwarna hijau dan merah, yang pastinya sangat tinggi antioksidan.

5. Bayam Duri

TANAMAN OBAT BAYAM DURI (Amaranthus spinosus)

Uraian Tumbuhan

Nama Lokal :
Bayem eri, bayem raja, bayem roda, bayem cikron (Jawa); Senggang cucuk (Sunda), Bayam keruai (Lampung); Ternyak duri, ternyak lakek (Madura), Podo maduri (Bugis); Thorny amaranthus (Inggris), Bayam Duri (Indonesia);

Bayam duri biasanya tumbuh liar di kebun-kebun, tepi jalan dan tanah kosong yang terlantar di dataran rendah sampai ketinggian 1.400 m dpl. Tumbuh tegak, tinggi 30 – 100 cm. Batang berwarna hijau atau kemerahan, bagian pangkal polos, bagian atas sedikit berambut, kerapkali bercabang banyak, berduri. Daun tunggal bertangkai panjang, bundar telur memanjang sampai lanset, ujung tumpul ,pangkal runcing, panjang 1,5 – 6 cm. Lebar 1 – 3 cm, hijau. Pada ketiak daun terdapat sepasang duri keras yang mudah lepas. Bunga berkelamin tunggal. Buah bulat panjang, hijau. Biji bulat, kecil,hitam. Perbanyakan dengan biji.

Sifat dan khasiat

Akar bayam duri rasanya manis, pahit dan sejuk, masuk meridian jantung dan ginjal. Berkhasiat sebagai pereda demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretik), peluruh haid, peluruh dahak (ekspektoran), penawar racun (antitoksik), menghilangkan bengkak (detumescent), dan pembersih darah. Herba bayam duri berkhasiat sebagai pembersih darah, pelancar ASI (laktagoga), dan diuretik.

Kandungan Kimia

Bayam duri mengandung amarantin, rutin, spinasterol,hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, serta vitamin (A, C, K dan piridoksin = B6)

Bagian yang Digunakan: Akar dan herba.

Indikasi:

Akar: berkhasiat mengatasi : disentri, diare, sakit tenggorokan, sakit gigi, demam, radang saluran nafas (bronkhitis), TBC kelenjar (skrofuloderma), keputihan (leukorea), radang rahim, terlambat haid, kencing sedikit, kencing nanah, batu empedu.

Herba : berkhasiat mengatasi : sakit dada, bronkitis akut, kurang darah (anemia), keluar ASI sedikit.

Cara Pemakaian

Akar kering sebanyak 10 – 15 gram atau 30 -60 gram akar segar direbus, lalu diminum. Herba segar sebanyak ½ -1 genggam direbus, lalu diminujm. Pemakaian luar, herba segar direbus lalu airnya digunakan untuk untuk cuci atau rendam. Bisa juga herba segar digiling halus atau yang kering dinbakar menjadi bubuk, untuk dibubuhkan ke bagian tubuh yang sakit.

Pemakaian luar ini digunakan untuk pengobatan biisul keras, wasir (hemoroid0, ekzema, gusi bengkak berdarah, melancarkan ASI (laktagoga), demam, kutil, luka terbakar dan digigit ular berbisa. Seluruh tumbuhan direbus, airnya selagi hangat digunakan untuk merendam khaki yang pegal linu, dan rematik.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kencing Nanah, Kencing tidak lancar, Bronkhitis, Produksi ASI; Tambah Darah, Eksim, Bisul, Demam;

Pemanfaatan :
1. Kencing Nanah
Bahan: 1 potong akar (dengan bonggolnya) bayam duri, adas
pulawaras secukupnya.
Cara membuat: direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan
disaring.
Cara menggunakan: diminum pagi dan sore

2. Kencing tidak lancar
Bahan: 1 potong akar (dengan bonggolnya) bayam duri.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga
tinggal 1 gelas.
Cara menggunakan: diminum sekaligus.

3. Gangguan pernapasan dan bronkhitis
Bahan: batang bayam duri lengkap dengan daun, bunga dan akarnya.
Cara membuat: ditumbuk halus, kemudian direbus dengan 1 liter air
dan disaring.
Cara menggunakan: diminum pagi dan sore

4. Memproduksi ASI
Bahan: batang bayam duri lengkap dengan daun, bunga dan akarnya.
Cara membuat: ditumbuk halus.
Cara menggunakan: dioleskan/dibobolkan seputar payudara

5. Tambah Darah
a. Bahan: 2 genggam daun batang bayam duri dan 1 butir telur ayam
kampung.
Cara membuat: daun bayam ditumbuk halus, kemudian ditambah 1
gelas air dan diperas/disaring, telur ayam kampung dimasukan
dan diaduk sampai merata.
Cara menggunakan: diminum (untuk orang dewasa 1 minggu
sekali)

b. Bahan: 1 genggam daun batang bayam duri dan 1 sendok makan
madu.
Cara membuat: daun bayam ditumbuk halus dan diambil airnya,
kemudian ditambah madu.
Cara menggunakan: diminum biasa ( untuk bayi)

6. Eksim dan bisul
Bahan: 1 potong bayam duri.
Cara membuat: ditumbuk halus.
Cara menggunakan: dioleskan / dibobokan pada bagian yang sakit.

7. Demam
Bahan: 2 genggam daun batang bayam duri dan 1 butir telur ayam
kampung.
Cara membuat: ditumbuk halus, kemudian ditambah 1 gelas air
secukupnya.
Cara menggunakan: tempelkan di dahi sebagai kompres.


Sumber :

@linaHerbs

@dephub

@ vemale

@iptek

Iklan