Ada satu kisah yang begitu menggugah. Suatu ketika, Rosululloh Saw. bersama para sahabat baru saja pulang dari perang Tabuk. Ketika rombongan orang-orang beriman ini sudah mendekati kota Madinah, Rosululloh Saw. berjumpa dengan seorang buruh atau tukang batu. Kulitnya nampak merah kehitam-hitaman karena sengatan sinar matahari, kulit tangannya lecet-lecet dan ada beberapa bagian yang melepuh.

Rosululloh Saw. bertanya, “Mengapa tanganmu kasar sekali?” Laki-laki itu menjawab, “Ya Rosululloh, pekerjaan saya adalah membelah batu setiap hari, belahan batu itu saya jual ke pasar, dan hasilnya untuk menafkahi keluarga saya. Karena itulah tangan saya kasar.”

Rosululloh Saw., sang manusia mulia ini kemudian menggenggam tangannya dan menciumnya. Kemudian, beliau bersabda, “Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya.”

Demikian tingginya nilai bekerja demi menghidupi keluarga. Bahkan seorang tukang batu yang dalam pandangan manusia seringkali dilihat sebagai pekerjaan yang remeh, kurang terhormat, namun ternyata bernilai tinggi hingga membuat sang tukang termasuk pada ahli surga.

(lebih…)

Iklan