STIGMA POLITIK YANG DITUJUKAN PADA UMAT ISLAM INDONESIA

Umat Islam Indonesia merupakan umat terbesar dan mayoritas di kepulauan Nusantara Ini. Jumlah yang besar ini bisa menjadi kekuatan dan juga bisa sebaliknya menjadi kelemahan bagi negara Indonesia.
Banyak pihak yang ingin menguasai Indonesia mengingat sumber daya alam dan juga wilayah nusantara ini yang begitu besarnya, baik itu secara politik, ekonomi bahkan tidak menutup kemungkinan upaya merebut wilayah.
Salah satu cara menguasai Indonesia ini adalah melalui umat Islam, karena disanalah benteng pertahanan negara berada. Patriot patriot Islam inilah yang sejak dulu gigih mepertahankan negara Kesatuan Republik Indonesia yang jadi duri tertajam bagi Pihak yang ingin menguasai Bangsa ini.. Mulai dari zaman kolonial sampai zaman kemerdekan dan bahkan sampai saat ini, persatuan umatlah yang gigih mepertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nahdratul Ulama, Muhammadiyah, Serikat Islam, Hisbullah dan masih banyak lagi organisasi Islam lainnya yang menjadi benteng pertahanan Negara ini.

Umat Islam beserta umat agama lainnya Hindu, Budha, Kristen menjadi benteng terkuat bangsa ini. Mereka selama puluhan tahun bahu membahu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun sangat disayangkan perkembangan politik saat ini, dimana umat Islam selalu dipojokkan, diadu domba (divide et impera) antar kalangan sendiri oleh Pihak Ketiga yang secara samar-samar tampil “dibelakang layar” karena Pihak ketiga ini yang dengan cerdasnya, trstruktur dan sitematis berusaha menghancurkan Islam. Untuk menyerang secara langsung sangatlah tidak mungkin karena kekuatan jumlah yang mayoritas, maka cara-cara  kotor yang pernah digunakan kolonial dalam menguasai nusantara kembali mereka lakukan, yaitu melalui politik pecah belah Devide et empira. Mereka sengaja mengadukan kekuatan-kekuatan yang ada dalam Islam dengan perpecahan.
Berbagai stigma dilekatkan bagi umat Islam, dengan sebutan : Barisan sakit hati, Kaum Onta, Barisan Sumbu pendek, Anti Bhineka, INtoleran, Anti NKRI bahkan fitnah yang paling keji adalah umat ISlam dianggap sebagai Kaum Radikal.
Seandainya kita sebagai umat ISlam Indonesia mau berfikir sejenak, maka kita akan sangat dengan jelas pihak mana yang berusaha keras untuk mengadu domba bangsa ini. Merekalah golongan-golongan asing dan aseng yang dengan sekuat tenaga mereka bermain “dibelakang layar” untuk mengambil alih sumber daya vital yang menguasai hajat hidup orang banyak agar secepatnya mereka kuasai tanpa kita sadari. Mereka gunakan Media sebagai alat perangnya, Media televisi, Radio, Koran2, majalah dan penyerangan yang paling berbahaya adalah melalui dunia Maya yaitu Medsos (Media Sosial)
Kenalilah ciri-cirinya : mereka sangat pintar sekali dalam menampilkan stigma stigma ini : Anti Bhineka, INtoleran, Anti NKRI, Kaum Radikal yang disematkan pada Umat Islam. padahal pada dasarnya mereka memutar balikkan Fakta. Kebenaran menjadi nampak Salah dan Kesalahan akan nampak seperti Benar.

Berlindunglah pada Allah SWT dari segala bentuk fitnahan ini dan berusahalah dengan kemampuan kita untuk menegakkan kebenaran.

@Bandung08052017ds

Iklan