Wahai Saudara, Al Qur’an adalah Kitab suci yang dipersiapkan sampai hari kiamat nanti,. Karena itu untuk memahami satu ayat bahkan satu huruf saja dari Al Qur’an diperlukan dasar ilmu, yg cukup, tak bisa kita menafsirkan lalu mengajarkan opini kita tanpa didasari ilmu, tanpa panduan Al Hadits dan bimbingan Guru. Tafsiran Qur’an bukanlah Opini pribadi maka diperlukan Guru sebagai pembimbing.
Yang saya heran, dari fenomena yg terjadi saat ini ….

Tersebutlah seorang keturunan Chinese Seorang bernama aTok Bletok yang tidak meyakini isi Al Qur’an bahkan tidak mempercayai Allohu Ahad dan Muhammad Rasul Alloh, dengan entengnya berani menafsirkan ayat dari Qur’an yg notabene tidak dia yakini, belajar agama darimana dia shingga berani mengartikan Al Qur’an sekehendak dia…Surat Al MAidah 51 dia TAFSIRKAN berdasarkan opini dan ambisinya hanya untuk merebut kembali suatu jabatan. Tipikal makhluk-makhluk penghasut dan pembuat onar seperti inilah kalo tidak dihentikan maka akan bermunculan para penista2 Qur’an lainnya yg mengartikan Qur’an sekehendak hatinya tanpa dasar ilmu….Laknat Alloh semoga menimpa bagi para penista Al Qur’anul Karim.

Iklan