seperti biasa saat berselancar di internet hal pertama yang saya lakukan pasti mencari berita-berita yang unik dan menarik dan saat ini arah mouse saya terhenti pada link yang memuat artikel yang sangat mengagumkan yang memuat keindahan alam bawah laut, salah satu kebesaran Allah,…. Amazing ! River Under Sea.

Sungai di dalam laut. Secara ilmiah itu tidak mungkin terjadi. Seorang penyelam, Anatoly Beloshchin, mengambil gambar ‘sungai di dalam laut’ dari kedalaman 60 meter perairan Cenote Angelita, Mexico.

Seperti dilansir crystalkiss.com, di kedalaman lebih dari 30 meter tim penyelam menemukan air tawar di tengah kolom air laut. Kondisi itu berubah dan penyelam kembali menemukan air laut mulai melewati kedalaman 60 meter.

if you are a diver, then you should visit the cenote Angelita, Mexico. There is a cave. If you dive to depths of 30 meters, the water is fresh water (fresh), but if you dive to depths of more than 60 meters, the water turns salty water, then you can see a “river” at the bottom, complete with trees and foliage leaves. But of course, the river was not unusual, it is a layer of hydrogen sulfide, but it looks like a river

Jika Anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Daerah Cenote Angelita, Mexico. Disana terdapat sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya masih berupa air segar (tawar), namun jika anda terus menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, maka airnya menjadi asin, dikedalaman sana anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Ternyata lokasi itu bukanlah sungai seperti yang terlihat di daratan. Tetapi, suasana itu memang mirip sungai lengkap dengan lapisan seperti air yang berwarna agak kecoklatan. warna kecoklatan itu bukanlah berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfida. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran. “Di kedalaman 60 meter saya menemukan kembali air laut. Saya melihat sebuah sungai, pulau, lengkap dengan daun yang berguguran. Tapi sungai yang kami lihat adalah lapisan dari gas hidrogen sulfida,” kata Anatoly. Secara keseluruhan, tim penyelam menemukan itu adalah kondisi yang sangat mengejutkan dan menakjubkan untuk dipandang. lapisan-lapisan batu spektakuler terbentuk selama zaman es terakhir. (vivanews)

Hydrogen sulfide, H2S, is a colorless gas, toxic, flammable, and smells like rotten eggs. These gases can arise from biological activity when bacteria break down organic material in a state without oxygen (anaerobic activity), such as in the swamp, the sea and sewage. Gas was also featured on the gas arising from volcanic activity and natural gas.

Hidrogen sulfida, H2S, merupakan gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar, dan aromanaya seperti bau telur busuk. Gas-gas ini dapat muncul dari aktivitas biologis ketika bakteri menguraikan bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktifitas anaerobik), seperti di rawa, laut dan limbah. Gas ini juga muncul pada gas yang timbul dari aktivitas gunung berapi dan gas alam.

Wallahu a’lam bis shawab

River Under Sea

River Under Sea

Sungai di bawah laut


River Under Sea Photo

drawernote.com / crystalkiss.com / vivanews