Unconscious Blitz Reading Rahasia membaca secepat kilat, satu halaman per detik atau kurang diperkenalkan oleh Ronny F. Ronodirdjo (licensed Trainer of NLP TM).

Sebelum diperkenalkan teknik ini orang sudah mengenal apa yang dinamakan dengan speed reading, yaitu teknik membaca cepat, dengan mengandakan kemampuan pikiran kita mengenali frasa-frasa kata dan pola dalam kalimat. Cara ini sudah termasuk cepat namun masih ada kekurangannya yaitu belum mengoptimalkan potensi otak manusia secara keseluruhan. Sebab dalam cara speed reading, kita masih harus membaca huruf / kata / kalimat, sekalipun dengan kecepatan tinggi. Lalu diperkenalkanlah teknik Unconscoius Blitz Reading yang berdasarkan ilmu NLP (Neuro Linguistic Programing) dan Hypnosis.

NLP (Neuro Linguistic Programing)
NLP diperkenalkan oleh Dr, Richard Bandler dari USA merupakan The study of subjective experience memberikan kemampuan anda untuk mengubah, mengadopsi atau menghapus perilaku-perilaku sesuai keinginan kita dan memberikan kemampuan untuk memilih sendiri kondisi mental, emosional dan kondisi fisik.
Salah satu teknik yang diperkenalkan dalam NLP adalah teknik modeling (ilmu memodel) yang memungkinkan untuk mempelajari dan menduplikasi keahlian seseorang sehingga kita bisa menduplikasikan keahlian prilaku unggul manusia dan memetakannya dalam suatu pola-pola inti tertentu.

Hypnosis
berasal dari kata hypno artinya tidur, namun hipnotis sendiri bukanlah tidur. yaitu suatu kondisi yang menyerupai tidur, dimana bawah sadar lebih mengambil peranan dan pikiran sadar berkurang perannya. Pada kondisi ini seseorang menjadi sangat sugestif dan mudah dipengaruhi karena filter logic sudah terlalu mengambil peranan. Dalam kondisi ini seseorang berada pada kondisi terkonsentrasi internal, sehingga proses hypnotis membimbing seseorang berpindah fokus dari ekternal ke internal (konsentrasi).
Perlu juga untuk diketahui bahwa pikiran sadar kita (daya pengaruhnya 12%) berfungsi memfilter segala informasi yang akan masuk ke otak, menimbang, memeriksa secara logic, menganalisis dan seterusnya, sedangkan pikiran bawah sadar kita (daya pengaruhnya 88%) berfungsi menyimpan memori, program-program dan pola prilaku kita, demikian juga mengatur berbagai fungsi organ tubuh.

Pikiran bawah sadar ini mirip anak kecil, ia tidak bisa membedakan antara relitas dan imajinasi. Pada saat kita rileks dan terkonsentrasi, secara otomatis pikiran bawah sadar ini akan terakses. ini menjelaskan kenapa kreatifitas munculnya pada saat kita rileks.
Sebenarnya kondisi hpnosis (trance) bisa terjadi pada gaya hidup kita sehari-hari dengan level yang ringan, contohnya saat kita nonton TV, dimana perhatian kita terserap sepenuhnya di TV, maka kita tidak sadar akan sekeliling dan menjadi sangat tersugesti oleh TV. Pada saat kita melihat film seseorang yang disiksa, maka kita akan sedih dan marah, padahal kita tahu itu cuma film.contoh lainnya terjadi ketika kita terhanyut dalam membaca buku, menyetir di tol, mendengarkan musik klasik, pacaran sampai lupa waktu, sepuluh jam terasa sejam, bahkan pada saat kita mendengarkan ceramah-ceramah yang terkonsentrasi.

Unconscious Blitz Reading (UBR)

UBR adalah teknik mendownload informasi yang melibatkan pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconsious mind) secara simultan. UBR memanfaatkan kehebatan potensi pikiran bawah sadar ini dalam hal membaca. Dilakukan dengan cara memby-pass proses masuknya informasi yang masuk ke mata agar langsung menuju ke bawah sadar, tanpa melewati pikiran sadar yang penuh dengan filter. informasi di download secara mental-fotografis, bukan dibaca, suatu proses belajar dari unconscious ke unconscious. Seperti kerja sebuah alat scanner atau mesin foto copy yang mengkopi bahan langsung selembar halaman, bukan kata per kata.
UBR dilakukan melalui 3 tahapan yaitu PERSIAPAN, UNCOUNSCIOUS BLITZ READING dan KONVERSI.

Persiapan
Tahap ini dilakukan untuk mendapatkan kerangka/pondasi yang akan masuk ke pikiran yang akan mendasari proses UBR agar berjalan dengan lancar. dilakukan melalui tiga tahapan
1. Accelerated Learning (percepatan belajar) dan Anchoring (menandai suatu kondisi dengan simbol pemicu)
2.Menentukan tujuan spesifik, mengarahkan pikiran pada tujuan yang jelas dan spesifik. Tujuan spesifik ini diucapkan dalam hati dengan perasaan yakin, menggunakan kalimat present tense, dan menghindari kata “tidak” serta “jangan”
3. Menetapkan kerangka pikiran.

Blitz Reading
Ada beberpa langkah agar proses UBR berlangsung lancar

a. Memasuki kondisi pikiran fotografis-mental
Fotografis mental bukanlah membaca, tapi melihat keseluruhan dari sebuah buku terbuka seperti halnya kita sedang memotret. Memandang keseluruhan halaman putihnya dengan pandangan yang santai dan meluas dengan menghindari melihat huruf dan kata-katanya.
Melihat langsung kedua halaman buku (kiri kanan) dengan pandangan yang lembut, selama satu detik atau kurang. Pandangan anda memperlihatkan empat sudut buku dan garis imajiner (X) serta ruangan putih dan bukan kata-katanya.

b. Ritme dan Postur Tubuh
Lakukan proses membalik halaman secara cepat dan stabil, dengan cara tangan kiri memegangi buku, sementara tangan kanan membalik halamannya. Pertahankan kondisi fotografis mental ini sebaik-baiknya, dengan tetap menjaga badan tegak, tubuh rileks dan perasaan senang. Jangan tergoda untuk membacanya, tujuannya untuk merangsang pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar kita tetap akan mengenali pola huruf dengan baik sekalipun buku dalam posisi terbalik.
Postur ideal dalam UBR adalah duduk tegak, letakkan buku bersudut miring sehingga terlihat tegak lurus dari mata anda. Tempelkan ujung lidah dibelakang gigi atas (seperti akan mengucapkan huruf “T”) dan tarik dagu anda ke dalam. Ini akan membantu mengalirkan energi lebih baik di dalam tubuh anda. Tulang belakang usahakan lurus agar energi mengalir lebih baik  ke otak anda. Usahakan kedua kaki menapak di lantai dan tidak bersilangan. Jaga napas agar tetap dalam dan rata (jangan dipaksa, biarkan berjalan alami).

c. Akhiri dengan Perasaan “berhasil”
Hal terbaik yang bisa kita lakukan pada pikiran bawah sadar adalah, memintanya untuk mengakhiri proses dengan suatu rasa “saya sudah berhasil dengan amat baik”. Hal ini akan memberikan suatu jalur neurologis awal bagi otak anda agar memiliki akses ke informasi yangsudah di Blitz Reading. Gunakan afirmasi seperti berikut :
“Saya yakin sudah berhasil memasukkan informasi ke alam bawah sadar dengan baik. Sekarang silahkan tubuh dan pikiran saya memproses pemikiran ini dan akan saya gunakan dengan baik sesudahnya.”

Konversi
konversi dalam UBR adalah memindahkan dan mengubah (konversi) pemahaman di level bawah sadar kita agar masuk di level sadar. Proses konversi berbeda dengan membaca ulang (cara normal). Teknik konversi didesain utuk merangsang ulang dan memperkuat hubungan sirkuit syraf yang baru saja terbentuk di otak setelah proses UBR selesai dan setelah dilakukan masa inkubasi.
Beberapa orang dikaruniai suatu konfersi spontan, Proses konversi yang terjadi dengan sendirinya tanpa stimulasi khusus yaitu semacam efek “Aha !”., respon secara tiba-tiba mendapatkan solusi dari problem yang sudah menghantui berhari-hari. Hal ini terjadi karena kita sudah memiliki pola syraf efektif dalam otak yang kita rekam saat UBR. Dan karena suatu pemicu (alami) yang pas, maka pola itu ke permukaan secara spontan.

******     UBR   *****

@ untuk membaca lebih lengkap tentang UBR ini silahkan kunjungi situs resminya Ronny Furqony Ronodirdjo’s