Geliat Friendster kembali terendus. Apalagi dengan tampilan desain anyar berwarna hijau yang baru saja dirilis pada hari Kamis 3 Desember 2009 kemarin. Saat ini Friendster difokuskan untuk demografi penggemarnya, yaitu orang muda di area Asia.

Sedikit ditarik ke belakang, tepatnya pada tahun 2002, demam Friendster begitu terasa. Kala itu situs pertemanan terbesar saat ini, Facebook belum lahir. Demikian pula dengan situs mikroblogging, Twitter. Dalam waktu singkat, Friendster sudah menjadi hit. Tak salah bila ada yang menjuluki Friendster sebagai pionir jejaring sosial. Namun, semenjak demam Facebook merajalela, lebih dari separuh akun Friendster sudah ditutup atau dihapus oleh pemiliknya. Mereka (member Friendster) berbondong-bondong beralih ke Facebook.

Tepat pada peluncuran wajah barunya, reuters melaporkan bahwa Friendster telah dijual kepada perusahaan Asia seharga US$100 juta.

Saat ini, Friendster memiliki 75 juta pengguna yang sudah terintegrasi. Sembilan puluh persen di antaranya berasal dari wilayah Asia-Pasifik. Beberapa feature baru yang ditampilkan Friendster, diantaranya game mata uang virtual, rangkaian game, dan hadiah virtual.

Richard Kimber (CEO Friendster), yang juga mantan pegawai Google, menuturkan bahwa Friendster kini telah menjual sahamnya dan meminta investor bank, Morgan Stanley meminta untuk menangani penjualannya.

Tampilan Friendster dirombak habis-habisan lebih bergaya anak muda dalam balutan warna hijau. Serta layout-nya hampir mirip dengan Facebook. Ada 6 menu utama yaitu Home, Profile, Friends, Photos, Gifts dan Fun. Halaman depannya (Home) berisi update status (Istilahnya shoutout di Friendster) dan dibawahnya daftar aktifitas teman. Bahkan dalam menu Fun ditambahkan juga fitur games/permainan yang menarik. Bahkan dalam menu ini juga disediakan fitur untuk jual beli barang….wowwww……penasaran? silahkan aktifkan kembali account friendster kamu yang dulu.

@ sumber utama : infokomputer.com