Banyak yang menganggap, aktifitas bangun pagi telah terbukti secara empiris lebih banyak mengundang manfaat ketimbang keburukan. Dari tinjauan aspek moral, filosofi, psikologi, bahkan religius pun sedikit banyak telah mengundang dukungan positif atas pertimbangan banyaknya manfaat aktifitas dalam mengawali hari lebih dini.

Satu hal yang pasti ketika bangun pagi, kita mendapat kesempatan untuk menikmati udara segar yang belum tersentuh polusi. Dimana momentum tersebut sangatlah tepat untuk memasukan sebanyak mungkin oksigen murni ke paru-paru dengan aktifitas olahraga.

Karena lebih banyak kadar oksigen dalam darah dalam proses peredaran darah di awal hari, maka proses peredaran darah akan lenih mudah di distribusikan. Sehingga menimbulkan sensasi kesegaran pada tubuh yang dapat menimbulkan mood yang baik dalam menjalani seluruh aktivitas setelahnya. Dengan kata lain, membiasakan bangun pagi dapat membuat pikiran dan tubuh anda jauh lebih sehat.

Dalam tinjauan aspek moral psikologis pun aktifitas bangun pagi juga dapat meningkatkan produktifitas bahkan disiplin pribadi. Dengan bangun pagi, kita akan memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengalokasikan waktu yang kita miliki dalam aktifitas belajar maupun bisnis.

Ketika kita bangun lebih siang, sangat besar kemungkinan kita mengalami kesulitan untuk memenuhi berbagai janji atau aktivitas di pagi hari. Tanpa disadari produktifitas terus menurun akibat beban kerja yang tidak proporsional dengan alokasi waktu yang tersedia belum lagi kita semakin sering kehilangan berbagai peluang potensial yang menguntungkan.

Tidur Lebih Awal

Dengan membiasakan aktifitas bangun pagi, secara otomatis tubuh akan menyesuaikan jam tidur lebih ideal. Dimana jam tidur akan menjadi lebih awal.

Sekali lagi dalam tinjauan aspek moral situasi masyarakat kota, perilaku bangun pagi peningkatan taraf dan mutu kehidupan. Dengan tidur lebih awal, maka kita akan terhindar dari gaya hidup malam yang sangat tidak efektif yang berpotensi mengundang perilaku penggunaan obat-obatan terlarang. Dimana pada saat ini, permasalahan narkoba merupakan persoalan sangat krusial yang menjadi ancaman serius dalam pengembanan sumberdaya manusia khususnya generasi muda atas pengaruh penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Jika tubuh telah terbiasa bangun pagi dan tidur lebih awal, maka pada saat usia 40 tahun keatas nanti potensi untuk terhindar dari paru-paru basah dan permasalahan organ hati akibat aktifitas keluar malam di luar rumah lebih besar terhindar terjadi.

Namun tidak sedikit juga orang yang mengalami kesulitan dalam mengatasi jam tidur. Diantaranya para pengidap insomnia.

Atasi Insomnia

Insomnia merupakan kondisi yang terjadi saat tubuh mengalami kesulitan untuk tidur. Namun sangat disayangkan, mayoritas orang yang mengalami gangguan insomnia lebih suka menyukai penggunaan pil tidur untuk mengatasi kesulitan tidur.

Justru dengan mengonsumsi pil tidur sebenarnya tanpa disadari, para pasien justru baru saja memulai suatu masalah baru, yaitu ketergantungan pada pil tidur. Sebagian kecil gangguan tidur disebabkan oleh masalah medis. Namun porsi terbesar disebabkan oleh masalah psikologis atau konsumsi alkohol.

Faktor lainnya yang dapat memunculkan kesulitan tidur adalah pola-pola kebiasaan yang berlebihan yang tidak selaras dengan tidur, seperti kebiasaan khawatir sebelum tidur, merenung berlebihan, analisis kompulsif berkenaan dengan hari yang telah atau akan dijalankan, dan lainnya. Selain itu, konflik internal yang terjadi di di pikiran bawah sadar juga berpotensi menimbulkan gangguan kesulitan tidur.

Berikut beberapa kiat-kiat yang dapat membantu kesulitan tidur:

  • Usahakan kasur hanya untuk tidur. Jangan lakukan aktifitas lain di tempat tidur. Seperti membaca buku dan bekerja.
  • Jika masih terjaga setelah 20 menit di tempat tidur, bangunlah kembali dan lakukan aktifitas ringan hingga mengantuk. Semakin berusaha tidur, maka justru akan semakin sulit untuk tidur.
  • Olahraga. Dengan berolahraga, maka tubuh membutuhkan waktu istirahat lebih banyak. Secara otomatis tubuh akan menyesuaikan sendiri waktu istirahatnya.[](DA)

@ klikdokter.com