kabahSetiap muslim pasti tahu kota Mekkah. Rasulullah Muhammad SAW, dilahirkan di kota ini. Wahyu berupa firman-firman Allah SWT yang sangat agung juga banyak diturunkan di kota ini (Ayat – ayat Makiyyah). Tapi, tahukah anda bahwa ilmuwan – ilmuwan modern saat ini telah mengetahui bahwa kota Makkah ternyata adalah jantung planet bumi dan banyak sekali rahasia yang belum terungkap didalamnya?

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Makkah adalah pusat planet ini. Berbagai penemuan ilmiah telah membenarkan fakta ini. Mekipun masih penuh misteri tentang apakah orang ini benar-benar yang pertama mendarat di bulan. Ketika Neil Amstrong mengambil gambar planet Bumi, ia berkata, ”Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?”

Seorang ilmuwan Prancis kelahiran Palestina yang bernama Yasin As-Syauq mempresentasikan dengan detail penemuannya yang menegaskan bahwa Makkah merupakan poros Bumi. Dan karenanya, Makkah berhak dijadikan patokan waktu dunia yang benar, menggantikan pemakaian waktu Greenwich, London.

101639_f520Lebih mengejutkan lagi, bahkan para astronot selanjutnya menemukan bahwa bumi mengeluarkan semacam radiasi. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata radiasi ini berasal dari kota Makkah, tepatnya di Ka’bah. Yang mengejutkan lagi adalah, radiasi tersebut bersifat infinite (tak berujung). Hal ini terbukti ketika para astronom ini mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

makahDi tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’. Artinya, apabila kita mengeluarkan komps di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya anatara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Makkah (Zero Magnetism Area), konon ia akan hidup lebih lama, lebih sehat dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Karena itulah ketika kita berkeliling mengelilingi Ka’bah (Thawaf), maka seakan-akan diri kita tengah di-charged ulang oleh suatu energi misterius. Dan ini adalah fakta positif yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Sebagai jantung Bumi, Makkah dinubuwatkan sebagai penentu kehidupan jagad raya. Didalam kitab Ihya Ulumaddin disebutkan ;

ihya-1

Artinya, “Dan diriwayatkan dari Ali ra dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda, berfirman Allah Ta’ala  : Apabila Aku menghendaki untuk merusakkan dunia (kiamat), maka Aku mulai dengan Rumah-Ku (Ka,bah). Aku runtuhkan ia kemudian dunia mengiringi kerusakannya.” (Ilhya Ulumuddin, juz 1 hal 252).

Masih dalam kitab susunan Al-Ghazali tersebut diberitakan pula ada sebuah khabar lain yang menerangkan ;

ihya-2

Artinya, ”Perbanyaklah thawaf di Baitullah (Ka’bah) ini sebelum Bait ini diangkat. Bait ini telah roboh dua kali dan yang ketiga kalinya akan diangkat

Wallahua’lam.

@ al-kahfi.net