fly Gerakan hati manusia itu laksana bulu-bulu yang diterbangkan   angin, kadangkala naik keatas, kebawah, kesamping ataupun berputar kesegala arah.

Begitu juga keimanan sesorang, kadangkala naik, kadang kala menukik turun kebawah. Keimanan akan semakin menurun pada saat hati mulai dihiasi dan dikelilingi oleh keinginan-keinginan yang bentuknya hanya keduniawian belaka. Hingga dia berani menyekutukan Allah dengan keinginan-keinginan itu.

Hatinya semakin berdebu, buram dan akhirnya tertutup sehingga tidak merasakan kepuasan terhadap apapun yang Allah berikan padanya. Dia mencintai tetapi bukan Allah yang dicintainya. Dia mencemaskan tetapi bukan akhirat yang dia cemaskan. Hingga dia merasa sempit karena keinginan dan mimpi-mimpinya.

Mestinya hanya kepada Allah saja hendaknya hatimu diarahkan. Allah yang akan melapangkan dadamu supaya engkau tidak merasa sempit. Allah jua yang akan menyempitkan dadamu supaya engkau tidak terlena dengan kelapanganmu.

Allah yang akan melapangkan dan menyempitkan dadamu supaya engkau yakin hanya kepada-Nya engkau menuju, supaya kepada-Nya saja engkau menggantungkan segala keinginan, harapan dan impian.

sebuah catatan kecil dari :  dudie setiawan
sumber : https://etalaseilmu.wordpress.com