Kebiasaan memanggil sesama teman dengan sebutan bos, menjadi kecenderungan yang menarik. Sebagai kecenderungan (trend) pergaulan, tidak ada yang salah dengan hal itu, selama masing-masing pihak merasa  nyaman dan merasa lebih akrab dengan sapaan . Namun, tidak mustahil beberapa orang merasa tidak nyaman bila ia menyandang panggilan lebih tersebut bukan sebagai penghargaan, melainkan lebih sebagi olok-olok.  pendeknya, kita perlu cermat dan memilah kapan dan kepada siapa panggilan tersebut ditujukan.
Seseorang disebut bos atau pimpinan adalah karena menduduki tempat atau jabatan sebagai penyelia, manajer atau direktur, yang secara struktur perusahaan adalah seorang atasan. Namun demikian, hakikatnya memang ada perbedaan antara bos dan pimpinan. (Nia Juliawati, konsulting sumber daya manusia dari Logic Management consulting Bandung, Indonesia)

Istilah Boss (belanda : baas, inggris : boss) mengacu kepada atasan, yang secara struktur memiliki kewenangan dan kontrol atas suatu unit pekerjaan atau sekelompok orang (bawahan) dalam perusahaan. Biasanya predikat bos dalam organisasi perusahaan terkait dengan struktur jabatan yang disandang seseorang.

Sementara pemimpin bersipat umum. Seseorang dapat disebut sebagai pemimpin, meskipun tidak memiliki posisi atau jabatan. Seseorang disebut pemimpin, jika mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi atau mengarahkan perilaku orang lain. Kemampuan tersebut bisa saja karena ia mempunyai posisi atau jabatan di perusahaan, yang membuatnya memiliki kekuasaan atau kewenangan untuk mengatur bawahan. Namun, lebih dari itu seseorang disebut pemimpin sejati bila mampu mempengaruhi orang lain, karena karakter yang dimilikinya. Ia mempunyai pengetahuan, kebijaksanaan, karisma, keteladanan atau hal yang berpengaruh lainnya membuat orang lain secara sukarela menjadi pengikutnya.

” Tidak semua bos mampu menjadi pemimpin dan tidak semua pemimpin memerlukan posisi formal untuk mempengaruhi orang lain. Seorang bos yang hanya mengandalkan  kekuasaan atau jabatannya, biasanya tak lagi memiliki pengaruh ketika turun dari jabatan itu. Sedangkan seorang pemimpin yang efektif akan senantiasa diikuti dan dihormati.
Seorang bos yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan memposisikan dirinya sebagai atasan, yang secara struktural memiliki kewenangan dan kontrol atas prilaku subordinat diposisikan sebagai bawahan.  Gaya yang ditunjukkan biasanya cenderung memerintah. Seorang bos yang cenderung fokus pada penyelesaian pekerjaan akan senang bila anak buahnya patuh, menyelesaikan tugas tepat waktu, sesuai dengan yang diminta.

Disi lain, seorang pemimpin atau bos yang memiliki jiwa kepemimpinan (manager leader) lebih berorientasi pada pengembangan manusia, memandang subordinat sebagai pengikut yang memiliki karakter dan kebutuhan berbeda. Pemimpin tidak sekadar memerintah, tetapi memberikan inspirasi, sehingga pengikutnya memiliki motivasi dan pemahaman yang baik mengenai tugas dan tanggung jawabnya.

Para bos biasanya dipatuhi dan dihormati karena takut, para pemimpin diikuti dan disegani karena pengaruh positifnya. Nah apakah anda tipikal seorang pemimpin ataukah hanya sekedar bos ?

(uci/ Hu Pikiran rakyat, 17/01/2010/page22)

About these ads